Sahabat Sehat, flu babi Afrika mulai terdeteksi menginfeksi peternakan babi di Indonesia pada April 2023. Pandemi flu babi sempat terjadi belasan tahun lalu, namun dinyatakan berakhir satu tahun kemudian. Kekhawatiran yang sama juga muncul saat deteksi flu babi Afrika muncul di Indonesia. Apakah mungkin pandemi ini terjadi kembali? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Flu Babi Afrika terdeteksi di Indonesia

Flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) telah terdeteksi di Indonesia, tepatnya di peternakan Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau. Awalnya, virus ini ditemukan pada babi di rumah pemotongan hewan Singapura yang dikirim dari Indonesia. Kemudian mencuat kasus kematian babi cukup besar di Pulau Bulan, sumber peternakan yang diekspor ke Singapura. Pasalnya, ASF bersifat sangat menular antar babi dan menyebabkan kematian hingga 100%.

Free Close-up of Hand Feeding on Tree Trunk Stock Photo
Sumber: pexels.com

Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk menghindari penyebaran virus semakin luas, di antaranya penghentian sementara ekspor babi ke singapura, isolasi total area Pulau Bulan, vaksinasi hewan, uji ASF babi yang masuk dan keluar dari Pulau Bulan, melakukan pengetatan karantina, pemantauan bahan pakan yang masuk ke Pulau Bulan dan alat angkut karena sangat berpotensi menjadi media masuknya virus.

Menurut Epidemiolog dari Griffith University, belum ada laporan temuan penularan AFS ke manusia, artinya sejauh ini virus hanya menyerang babi dan tidak bersifat zoonotik atau menular ke manusia seperti yang dikhawatirkan.

Pandemi Flu Babi yang pernah terjadi

Flu babi H1N1 dan flu babi Afrika (ASF) merupakan dua penyakit yang berbeda. Pandemi flu babi H1N1 pernah terjadi dan sangat berisiko menular ke manusia, sementara ASF tidak. Pasalnya, belum ada laporan ASF di seluruh negara yang menyatakan penularannya ke manusia.

Pandemi flu babi H1N1 pernah terjadi pada tahun 2009-2010. Sebanyak lebih dari 280.000 orang meninggal di seluruh dunia dan menimbulkan kesakitan di 74 negara dengan gejala mirip Covid-19. Namun, pandemi telah dinyatakan berakhir tahun 2010.

Free Female pig in pigsty in sunlight Stock Photo
Sumber: pexels.com

Meskipun demikian, virus ini tetap harus diwaspadai sebab Flu Babi H1N1 dahulunya juga tidak diprediksi menular ke manusia hingga menyebabkan pandemi serta menewaskan ratusan ribu nyawa pada awalnya. Sebelumnya, flu babi H1N1 menjadi virus hewan biasa dan telah beredar secara umum

Bagaimana pencegahannya?

ASF dapat dicegah penularannya dengan berbagai cara di antaranya: 1) Menghentikan impor dan ekspor babi, daging, atau produk olahannya utamanya dari wilayah terinfeksi; 2) Melarang pemberian makanan sembarangan ke babi agar menghindari produk makanan yang mungkin terinfeksi; 3) Membersihkan area peternakan, alat angkut, dan alat potong hewan menggunakan desinfektan; 4) Batasi kontak antar peternakan babi, bukan hanya kontak antar hewan melainkan juga kontak tidak langsung lainnya; 5) Pastikan petugas peternakan mematuhi aturan hygiene dan sanitasi.

Meskipun flu babi Afrika atau ASF diklaim tidak menular ke manusia, namun kewaspadaan tetap harus dilakukan dengan cara yang telah disebutkan di atas. Jangan lupa bagikan informasi ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Liputan6. 2023. Flu Babi Afrika Kembali Serang Indonesia. liputan6.com. Diakses tanggal 19 Mei 2023.

Liputan6. 2023. Babi Terjangkit Flu Babi Afrika, Amankah Konsumsi Dagingnya? liputan6.com. Diakses tanggal 19 Mei 2023.

Mayo Clinic. 2023. H1N1 Flu (Swine Flu) mayoclinic.org. Diakses tanggal 19 Mei 2023.

WHO. 2023. Influenza A (H1N1) Outbreak who.int. Diakses tanggal 19 Mei 2023.

Wageningen University and Research. 2023. Prevention and Control African Swine Fever. wur.nl. Diakses tanggal 19 Mei 2023.

About the Author

Mega Kurniawati

Nutritionist, Health Writer and Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top