Sahabat Sehat, di US pada tahun 2016 adanya peningkatan anak yang menderita autisme dengan perbandingan 1:40. Dalam data tersebut juga disebutkan bahwa anak laki-laki empat kali lebih mungkin didiagnosa autisme dari pada anak perempuan.

Kabarnya, sulforaphane yang terkandung dalam sayur dapat membantu kendalikan gejala autisme. Apakah itu benar? Lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

sulforaphane untuk atasi gejala autisme
Foto: Freepik.com

Sulforaphane, apa itu?

Sulforaphane dengan nama kimia 1-isothiocyanato-4- methylsulfinylbutane adalah zat gizi yang terkandung dalam sayuran jenis cruciferous, seperti kangkung, kol, brokoli, kembang kol, sawi, selada air, arugula dan pakcoy. Sulforaphane adalah senyawa tidak aktif dari glucoraphanin yang dapat diubah dengan bantuan enzim myrosinase. Enzim tersebut juga pada sayuran cruciferous dan muncul saat dikunyah dan dipotong.

Sulforaphane untuk penderita autisme

Nah, Sahabat Sehat zat gizi sulforaphane ini dapat membantu mengatasi gejala autisme. Pada penderita autisme salah satu gejala yang terjadi adalah gangguan pada sistem saraf yang menyebabkan terjadinya masalah saat interaksi sosial dan berkomunikasi.

Sulforaphane dapat membantu mengurangi stres oksidatif pada saraf otak dengan memperbaiki proses kerja asam amino di otak. Juga, meningkatkan senyawa untuk menstabilkan mood dan serotonin, serta menurunkan hormon kortisol atau hormon stress. Dengan begitu bisa meminimalisir gejala perubahan mood yang drastis.

sulforaphane dalam brokoli
Foto: Freepik.com

Selain bisa didapatkan dari konsumsi langsung sayuran jenis cruciferous, sulforaphane sendiri tersedia dalam bentuk suplemen yang terbuat dari ekstrak brokoli maupun sayuran jenis cruciferous lainnya. Salah satu studi dalam EXCLI Journal yang didasarkan pada lima studi klinik, didapatkan hasil bahwa benar ada korelasi positif antara sulforaphane dan berkurangnya gejala autisme. Penderita autisme yang diberikan sulforaphane mengalami perubahan yang lebih baik dari perilaku dan sikap, dibandingkan dengan penderita autisme tanpa pemberian sulforaphane.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa Sahabat Sehat perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen sulforaphane. Ini dikarenakan konsentrasinya yang tinggi dapat mengakibatkan efek samping.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Arif Putra. 2020. Apa itu Sulforaphane? Ketahui Ragam Potensi Manfaatnya untuk Tubuh Sehat. https://www.sehatq.com/artikel/apa-itu-sulforaphane-ketahui-ragam-potensi-manfaatnya-untuk-tubuh-sehat. Diakses 8 April 2023.

Larastining Retno Wulandari. 2022. Apa Itu Sulforaphane? Ketahui Manfaatnya untuk Tubuh. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/sulforaphane/. Diakses 5 April 2023.

Magner, M., Thorová, K., Župová, V., Houška, M., Švandová, I., Novotná, P., Tříska, J., et al. 2023. Sulforaphane Treatment in Children with Autism: A Prospective Randomized Double-Blind Study. Nutrients, 15(3), 718. MDPI AG. Retrieved from http://dx.doi.org/10.3390/nu15030718

McGuinness G, Kim Y. Sulforaphane treatment for autism spectrum disorder: A systematic review. EXCLI J. 2020 Jun 26;19:892-903. doi: 10.17179/excli2020-2487. PMID: 33013262; PMCID: PMC7527484.

About the Author

Neta Mustikasari

Mahasiswa ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top