Kanker paru-paru merupakan salah satu kanker yang paling banyak dijumpai dan paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Menurut Global Burden of Cancer (Globocan) tahun 2020, kanker paru-paru merupakan penyebab kematian nomor satu di antara seluruh jenis kanker dengan persentase 18% dari seluruh kematian akibat kanker. 

Kejadian kanker paru di seluruh dunia menempati nomor dua setelah kanker payudara dan kejadian kanker paru di Indonesia sendiri menempati nomor tiga setelah kanker payudara dan kanker leher rahim, dengan persentase 8,8% dari seluruh kejadian kanker di Indonesia.

Nah, sebenarnya apa sih, penyebab kanker paru? Bagaimana gejala dan ciri-cirinya? Apa saja pilihan pengobatan kanker paru? Yuk, simak pembahasan berikut!

Baca Juga: Benarkah Maag Bisa Menyebabkan Kanker Lambung?

Penyebab kanker paru-paru

Berbagai faktor dapat mempengaruhi terjadinya kanker paru, di antaranya sebagai berikut:

Semakin bertambah umur seseorang, kemungkinan orang tersebut banyak terpajan faktor risiko kanker paru semakin tinggi, ditambah kemampuan memperbaiki sel seseorang semakin lama juga semakin turun. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa insidens kanker paru mengalami peningkatan tajam pada usia 45-49 tahun.

Berdasarkan penelitian, insidens kanker paru lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Kejadian kanker paru di Indonesia pada laki-laki menempati nomor satu dengan persentase 14,1% dari seluruh kejadian kanker pada laki-laki. 

Risiko seseorang mengalami kanker paru akan meningkat jika memiliki orangtua, saudara, atau anak yang terkena kanker paru. Selain itu, jika seseorang pernah terkena salah satu jenis kanker paru, kemungkinan orang tersebut terkena kanker paru jenis yang lainnya akan meningkat pula.

Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama dari kanker paru. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa rokok berhubungan dengan hampir 90% dari kasus kanker paru.

Rokok dapat menyebabkan kanker paru melalui dua jalur, yaitu asap rokok yang mengandung zat karsinogen serta aliran asap rokok yang terus-menerus dapat merusak mukosa dan sel-sel di saluran napas. Rokok sendiri mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang sedikitnya 69 dari bahan kimia tersebut sudah diketahui dapat menyebabkan kanker, seperti nikotin, tar, kadmium, formaldehid, dan sebagainya.

Perokok aktif memiliki risiko 20 kali lebih besar terkena kanker paru dibandingkan bukan perokok.

Radon merupakan gas radioaktif yang dilepaskan oleh peluruhan uranium, thorium, dan radium dalam batu dan tanah. Pada tubuh manusia, zat ini dapat menyebabkan kerusakan sel dan DNA, perubahan kromosom, mutasi gen, serta ketidakstabilan genetik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.

Gejala dan ciri-ciri kanker paru-paru

Kanker paru tidak memiliki gejala klinis yang khas, tetapi terdapat beberapa gejala yang sering dijumpai pada pasien-pasien dengan kanker paru, salah satunya batuk. Jika seseorang mengalami batuk, sesak napas, atau nyeri dada karena masalah pernapasan yang tidak kunjung sembuh, ditambah pasien memiliki faktor risiko kanker paru, maka pasien tersebut harus ditindaklanjuti untuk prosedur diagnosis kanker paru.

Secara lebih detail, berikut keluhan yang mungkin muncul pada pasien-pasien kanker paru:

  • Batuk lama
  • Batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada (karena masalah pernapasan)
  • Suara serak
  • Sulit/nyeri telan yang tidak membaik dengan pengobatan
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan signifikan dalam waktu singkat
  • Demam hilang timbul
  • Sakit kepala
  • Nyeri di tulang
  • Parese (kelumpuhan atau penurunan kekuatan otot pada salah satu anggota gerak baik kiri maupun kanan)
  • Pembengkakan atau ditemukannya benjolan di leher, ketiak, atau dinding dada

Namun, tentunya diagnosis kanker paru tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan keluhan saja. Diperlukan berbagai macam pemeriksaan penunjang untuk mengkonfirmasi kecurigaan dan menegakkan diagnosis kanker paru, seperti berbagai pemeriksaan radiologi, biopsi, endoskopi, laboratorium, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Apa itu Kanker? Ini Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Pengobatan kanker paru-paru

Pilihan pengobatan kanker paru sangat bergantung pada stadium penyakit, keadaan umum penderita, komorbiditas, tujuan pengobatan, serta keefektifan biaya pengobatan. Beberapa pilihan terapi di antaranya adalah bedah, radiasi, kemoterapi, dan terapi target.

Tindakan bedah atau operasi dapat dilakukan jika kanker masih berada pada stadium I dan II, artinya kanker masih berada pada salah satu sisi paru-paru dan belum menyebar ke sisi lainnya atau ke organ yang lain. Tujuan dari terapi ini adalah untuk mengangkat tumor dan jaringan sehat di sekitar tumor untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Umumnya terapi ini dilakukan apabila operasi sudah tidak dapat dilakukan, yaitu pada kanker stadium lanjut di mana sel kanker sudah menyebar, atau saat kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. 

Selain sebagai terapi kuratif untuk penyembuhan, terapi ini juga dapat digunakan dengan tujuan paliatif—yaitu untuk mengurangi gejala saat terapi penyembuhan sudah tidak mungkin lagi dilakukan.

Kemoterapi dilakukan pada kanker paru stadium lanjut dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Kemoterapi dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor agar memudahkan tindakan pengambilan tumor
  2.  Setelah operasi untuk mencegah kembalinya sel kanker
  3. Sebagai terapi paliatif yaitu untuk mengurangi gejala saat pengobatan sudah tidak mungkin lagi dilakukan
  4. Dikombinasikan dengan radioterapi
  5. Terapi target

Terapi ini merupakan terapi pemberian obat yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran dari sel kanker. Mekanisme kerja obat ini adalah menyerang protein pertumbuhan dari sel-sel kanker, sehingga terapi ini hanya dapat dilakukan apabila kanker paru pada pasien memiliki protein yang dapat diserang oleh obat. Obat yang tersedia yaitu Gefitinib, Erlotinib, atau Afatinib.

Terapi ini menggunakan frekuensi gelombang radio untuk membunuh sel tumor pada stadium awal. 

Terapi ini menggunakan gas bersuhu dingin untuk mengecilkan tumor apabila tumor mulai menghalangi jalur napas. 

Baca Juga: Apa Saja Tingkatan Stadium Kanker?

Skrining risiko dini kanker paru-paru

LUNGClear™ adalah tes skrining biomarker kanker#1 di Indonesia yang paling sensitif dan ampuh mendeteksi lebih dini risiko penyakit kanker paru-paru dengan tingkat akurasi sebesar >80%. Tes ini bersifat aman dan tidak berisiko karena menggunakan prosedur layaknya tes darah pada umumnya. Untuk informasi lebih lanjut terkait LUNGClear™, silakan menghubungi customer care Bumame.

Ditulis oleh: Adara Kirana Putri S.Ked

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top