Apakah Sahabat Sehat pernah mendnegar tentang virus Marburg? Infeksi akibat virus ini telah terjadi sejak lama, namun belakangan ini terjadi outbreak di Guinea. Kasus infeksi terjadi pertama kali tahun 1967 pada pekerjaan laboratorium sebanyak 31 orang yang terinfeksi di Marburg dan Frankfurt, Jerman dan Beograd, Yugoslavia (sekarang Serbia). Gejalanya mirip dengan demam berdarah. Lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya dibawah ini!

penularan virur Marburg
Foto: Pixabay.com

Infeksi virus Marburg

Virus Marburg merupakan virus yang satu famili dengan virus ebola yaitu termasuk kedalam famili filoviridae, berbentuk seperti benang. Setelah terjadi kasus pertama kali yang menyerang pekerjaan laboratorium, sumber penyebab infeksi mulai ditelusuri ke Afrika.

Hewan monyet hijau (Chlorocebus aethiops), yang diimpor Uganda dan dikirim ke semua tiga lokasi. Sel ginjal dalam kera tersebut diambil dan digunakan sebagai media tumbuh virus dan ternyata infeksi primer terjadi pada kera-kera tersebut dan dikarakterisasi, diisolasi dan diindentifikasi dengan ilmuwan di Marburg dan Hamburg. Dilansir dalam The Lancet, penyakit tersebut disebabkan oleh rickettsia atau chlamydia.

Nah, Sahabat Sehat di tahun 2023 ada kasus infeksi virus Marburg ini lagi, lebih tepatnya pada tanggal 13 Februari 2023, WHO mendapatkan notifikasi penemuan kasus yang terjadi di Guinea, Ekuatorial. Satu sampel dari 8 sampel yang diperiksa, positif terkena infeksi virus marburg. Dari 16 suspek ada 9 kematian yang terjadi dengan gejala demam, diare dan muntah berdarah.

Cara penularan

Ada beberapa cara penularan virus Marburg, virus marburg dapat ditularkan melalui sekret kelelawar buah spesies Rousettus aegyptiacus. Melalui manusia yang terinfeksi virus Marburg dengan kontak langsung atau melalui darah, sekret dan cairan tubuh lainnya. Penularan bisa juga terjadi secara tidak langsung melalui permukaan pakaian yang terkontaminasi sekeret tubuh yang terinfeksi. Dipermukaan virus Marburg dapat bertahan 4-5 hari. Jika seseorang telah terinfeksi makan dapat menularkan kemanusia lain. Masa inkubasi virus rata-rata 2-21 hari dan rerata kematian terjadi pada hari ke 8-9.

Gejala yang terjadi bila terinfeksi

Jika kamu terinfeksi virus Marburg, badan akan terasa tidak enak dan nyeri. Gangguan saluran pencernaan, seperti muntah, kram, diera dan mual. Tubuh terasa tidak bertenaga dan lesu, muncul ruam pada tubuh (area dada, punggung dan perut) yang tidak terasa gatal.

Penderita juga akan mengalami perubahan neulogis, seperti kebingungan, delirium, bahkan kejang, serta mengalami perdarahan hebat saat gejala muncul 5-7 hari. Trombosit rendah, mengalami kelainan pada beberapa organ (fungsi hati, ginjal dan pembekuan darah) dan mengalami gagal organ. Gejala akan muncul 5-10 hari setelah terinfeksi.

mencuci tangan
Foto: Pixabay.com

Cara pencegahannya

Karena belum ditemukannya vaksin untuk infeksi virus Marburg, maka harus dilakukan pencegahan sebelum terinfeksi. Menurut panduan dari WHO, hindari tempat habitat kelelawar buah seperi gua, ataupun tempat aktivitas pertambangan. Bila akan datang ketempat yang berisiko tinggi, pastikan kamu pakai masker dan sarung tangan. Hindari kontak dengan pengidap infeksi, pemakaian barang yang digunakan secara bersamaan, dan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis, serta mencuci tangan setelah melakukan aktivitas.

Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah lebih mengenal virus Marburg. Patut diwaspadai karena fatalitas virus ini 50-88% terhadap kematian. Tetap menjaga kesehatan, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Neta Mustikasari

Mahasiswa ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top