Sahabat Sehat pernah dengar tentang carnivore diet? Diet ini jadi salah satu tren terbaru untuk menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, serta kelola gula darah. Lantas, apakah menerapkan makanan carnivore diet itu aman? Let’s check it out.

Apa itu Carnivore Diet?

Carnivore diet merupakan penerapan diet dengan mengatur pola makan dengan konsumsi sumber hewani, seperti daging, telur, ikan, produk susu. Semua menu sehari-hari berupa sumber hewani dan ngga mengonsumsi produk nabati. 

carnivore diet
Foto: Freepik.com

Jadi, pelaku diet ini ngga mengonsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, minuman yang menggunakan bahan dari tumbuhan seperti teh dan kopi, serta menghindari konsumsi karbohidrat. Diet lain, seperti rendah serat atau tinggi energi tinggi protein biasanya memiliki panduan 

Panduan itu berupa batasan zat gizi, seperti kalori, lemak, protein, termasuk porsi makan, dan frekuensinya. Sementara itu, diet karnivora ngga memiliki panduan khusus, berapa kalori atau lemak perhari yang harus dikonsumsi. Jadi, hanya berpatok pada pola makan produk hewani. 

Terapkan Makanan Carnivore Diet, Apakah Aman?

Perlu kamu ketahui bahwa diet sifatnya personal, diet dipengaruhi berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan faktor stres, seperti kondisi sakit. Jadi, satu jenis diet ngga bisa cocok untuk semua orang, termasuk carnivore diet. 

Berdasarkan pola makan diet carnivore, tubuh akan mendapatkan asupan protein dan lemak yang tinggi dari produk hewani. Sementara itu, tubuh membutuhkan konsumsi makanan yang tinggi zat gizi lainnya, seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. 

Apakah aman? Hingga kini, belum ada penelitian lebih lanjut terkait efek carnivore diet. Namun, pola makan ini bisa dikatakan cenderung ngga seimbang, sehingga ngga bisa diterapkan secara berkelanjutan dan memiliki risiko bahaya untuk kesehatan tubuh. 

tekanan darah tinggi
Foto: Freepik.com

Apa risikonya?

Ada bahaya penyakit kronis yang mengintai apabila diet karnivora diterapkan dengan ngga terkontrol secara berkelanjutan. Kandungan lemak jenuh atau LDL dan kolesterol pada daging dapat menyebabkan gangguan kesehatan sistem kardiovaskuler. 

Dilansir Jurnal Food Science & Nutrition, berdasarkan penelitian dari 217 negara di dunia, menunjukkan total konsumsi daging berhubungan penyakit kardiovaskuler dan secara signifikan lebih kuat di negara berkembang. 

Selain itu, olahan daging, seperti sosis, ham, bacon, dan semacamnya memiliki kandungan natrium yang tinggi sehingga berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Asupan sumber serat yang kurang juga ngga baik untuk kesehatan pencernaan.

Pola makan dengan asupan zat gizi yang ngga seimbang dari penerapan makanan carnivore diet ternyata bisa memicu risiko bahaya yang lebih besar. Oleh karena itu, sebaiknya Sahabat Sehat konsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan menerapkan diet, bukan hanya carnivore diet, tetapi semua jenis diet. 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Azmi, N. ed. Goentoro, P, L. 2021. Mengenal Panduan Diet Karnivora, Apakah Aman Bagi Tubuh? https://hellosehat.com/nutrisi/diet/diet-karnivora/. Diakses 29 Juni 2023. 

Mayer, B.A. ed Cassel, D.K. 2023. Why Health Experts Have Beef With the All Meat Carnivore Diet. https://www.healthline.com/health-news/why-health-experts-have-beef-with-the-all-meat-carnivore-diet. Diakses 29 Juni 2023

Richter, Amy & Streit, L. 2023. All You Need to Know About the Carnivore (All-Meat) Diet. https://www.healthline.com/nutrition/carnivore-diet. Diakses 29 Juni 2023

You, W., Feng, S., & Donnelly, F. (2023). Total meat (flesh) supply may be a significant risk factor for cardiovascular diseases worldwide. Food Science & Nutrition. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/fsn3.3300. Diakses 29 Juni 2023

About the Author

Putri Yulianingtyas

Lulusan Diploma Tiga Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top