Sahabat Sehat, pernahkah kamu mendengar tentang penyakit antraks? Belakangan ini, penyakit antraks ramai dibicarakan karena sedang merebak dan bahkan sudah menimbulkan korban jiwa. Apa itu penyakit antraks? Simak lebih lanjut, ya!

Apa itu penyakit antraks?

Antraks adalah penyakit akibat infeksi bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini menghasilkan spora yang bisa bertahan lama di lingkungan. Ketika spora masuk ke dalam tubuh hewan atau manusia, spora menjadi bakteri aktif yang bisa menghasilkan racun. Racun ini bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh hingga kematian.

penyakit antraks
Foto: Freepik.com

Biasanya antraks dialami oleh hewan ternak yang terinfeksi spora bakteri Bacillus anthracis dari tanah, tanaman, atau air. Tapi, manusia juga bisa terkena penyakit ini, loh! Ini karena antraks merupakan salah satu penyakit zoonosis, yaitu penyakit pada hewan yang bisa menular ke manusia.

Gejala penyakit antraks

Gejala antraks berbeda-beda tergantung jenisnya. Berikut gejala sesuai jenisnya.

Antraks kulit

Terjadi ketika spora bakteri masuk ke tubuh melalui luka terbuka di kulit. Ini jenis yang paling umum terjadi. Gejalanya muncul dalam 1-7 hari dan termasuk ringan, seperti benjolan gatal seperti gigitan serangga yang berkembang jadi luka dengan bagian tengah berwarna hitam, pembengkakan di bagian luka dan getah bening di sekitarnya, serta demam dan sakit kepala. 

Antraks pencernaan

Terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging hewan terinfeksi antraks yang mentah atau ngga matang. Antraks jenis ini menyerang tenggorokan, lambung, dan usus. Gejalanya antara lain mual, muntah, nyeri perut, pusing, hilangnya nafsu makan, demam, diare berdarah, nyeri tenggorokan, kesulitan menelan, serta leher bengkak dan muncul 1-7 hari setelah tubuh terpapar spora bakteri.

Antraks pernapasan

Terjadi ketika seseorang menghirup spora bakteri. Ini jenis yang paling berbahaya. Gejalanya antara lain nyeri tenggorokan, demam, kelelahan, nyeri otot, rasa ngga nyaman di dada, sesak napas, mual, batuk berdarah, kesulitan menelan, kesulitan bernapas, syok, hingga meningitis. Gejala antraks pernapasan bisa muncul dalam 1 minggu hingga 2 bulan. 

Antraks suntik

Jenis ini merupakan salah satu jenis penyakit antraks yang baru muncul. Antraks jenis ini menular melalui penggunaan jarum suntik. Gejalanya meliputi gejala antraks kulit, warna merah dan pembengkakan di area suntik, syok, kegagalan organ tubuh, dan meningitis.

gejala antraks
Foto: Freepik.com

Pencegahan dan penanganan penyakit antraks

Pencegahan antraks pada manusia perlu diawali dengan menjaga kesehatan hewan ternak. Hewan ternak yang terinfeksi antraks perlu dimusnahkan bangkainya, sebaiknya dengan diinsinerasi. Peralatan dan lokasi yang terkena hewan ternak terinfeksi perlu didekontaminasi untuk mencegah penularan.

Sahabat Sehat juga bisa mencegah terkena penyakit ini dengan menghindari konsumsi daging yang ngga matang. Kalau Sahabat Sehat perlu berinteraksi dengan hewan ternak di daerah yang mengalami wabah antraks, gunakan alat pelindung diri yang memadai. Hindari kontak langsung dengan hewan ternak yang terinfeksi antraks. Berhati-hatilah ketika menyentuh produk hewani, seperti daging, darah, tulang, dan bulu.

Jika kamu sedang berada di daerah yang mengalami wabah antraks dan merasakan gejala antraks, segeralah menuju rumah sakit untuk memeriksakan diri. Walaupun antraks ngga menular dari manusia ke manusia, antraks sangat berbahaya dan perlu ditangani segera. Seseorang yang telah terkena antraks perlu mendapatkan perawatan intensif serta antibiotik.

Sekarang Sahabat Sehat sudah lebih tahu tentang penyakit antraks, kan? Yuk, bagikan informasi ini agar semua jadi lebih waspada!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Cut Alima Syarifa, S.Gz, Dietisien

Diabetes Health Coach at Loop Health Indonesia | Research Assistant at Center for Health and Human Nutrition (CH2N) Universitas Gadjah Mada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top